prOJEK SENAM SQUAT FIT
Disusun oleh:
KELOMPOK 2
XIIC
1.RISKI FIRMANSAH
2.KAKA SANDIKA
3.ERNI TRIWAHYUNI
4.RIKA MARDIANA
5.AMBAR SULIASTIAWATI
SMAN 1 SAGULING
2024
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Dinas Pendidikan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI
Kp Jalupang Kidul,Desa Girimukti RT 04 RW 03, Kecamatan Saguling Kabupaten Bandung Barat
40561
Tahun Ajaran 2024/2025
A.Latar Belakang
Cabang olahraga senam di Indonesia mewarisi sejarah dan tradisi yang cukup panjang dalam perkembangannyaDiawali dari perkembangan yang didorong oleh militer di masa-masa kependudukan Belanda dan Jepang, senampernah identik dengan olahraga militer di masa-masa awal kemerdekaan dengan dominasi pelatih yang juga datangdari latar belakang kemiliteran yang kuat.Dikalangan sekolah dan perguruan tinggi, senam barangkali hanya dikembangkaoleh STO-STO dan SMOA yang ada seluruh Indonesia.Sedangkan di kalangan masyarakat sendiri, senam saat itu belummemungkinkan dikembangkan mengingat keharusan menyediakanperalatan yang relatif mahal.Untuk memahami perkembangan olahraga senam tersebut, dalam makalah ini diturunkan
B.Pengertian Senam Irama
Senam irama merupakan gerakan senam ataupun gerakan bebas yang dibarengi dengan musik atau nyanyiansesuai dengan irama yang mengikutinya. Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam senam irama meliputi: keluwesan, kesinambungerakan, dan ketepatan Rangkaian senam irama dapat dilakukan dengan cara berjalan, berlari, melompat, loncat, serta ayunan, danputaran tangan.
C.TUJUAN
1.Untuk mengetahui pengertian senam irama.
2. Untuk mengetahui unsur-unsur senam irama
3. Untuk mengetahui macam-macam aliran dalam senam irama.
4. Untuk mengetahui gerakan-gerakan dalam senam irama
D.SEJARAH SENAM
sejarah senam irama mulanya dikembangkan oleh beberapa pakar di bidang seniJean-Georges Noverre (1727-1810), Francois Delsarte (1811-1871), dan Rudolf Bode (1881-1970) menggagaskan hal serupa, yaitu pentingnya ekspresi gerak tubuh untuk menciptakan keindahan melalui iringan lagu.
Gagasan tersebut kemudian dikembangkan oleh Peter Henry Ling pada abad ke-19 melalui sistem latihan yang disebut dengan Swedish System. Sistem latihan tersebut terdiri atas gerakan bebas yang kemudian menjadi awal mula "gymnastic aesthetic" karena atlet yang melakukan gerak latihan tersebut juga mengekspresikan emosi dan perasaan melalui gerak tubuh.
Pada 1837, Catharine Beecher, pendiri Western Female Institute di Ohio menciptakan program yang berjudul "Grace without Dancing". Program tersebut bertujuan untuk melatih pesenam perempuan melalui gerak dasar hingga komplek dan diiringi dengan musik.
Komentar
Posting Komentar